Tampilkan postingan dengan label USWATUN HASANAH. Tampilkan semua postingan

Hadits - hadts Keutamaan Senyum  

Posted by Rudiny in

  1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
  2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
    “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
     
  3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
  4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
  5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
     
  6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).

Menata Taman Surga  

Posted by Rudiny in , ,




Duhai . . . Maha Suci Allah,
Penggenggam hati setiap jiwa,
Kau ciptakan kesempurnaan fitrah bagi manusia,
Gelora Cinta menghiasi naluri setiap insan,
Nafsu terkadang berbisik dan menyelimuti cinta,
Kelemahan dan kelengahan akan mengalahkan,
Hidup hanya akan dikuasai kegelisahan,


Bukankah seharusnya cinta ini perlu dipertautkan ?


Selain Pernikahan . . .

adakah yang didamba
Perempuan
sebagai tempat bernama teduhnya perlindungan





Selain Pernikahan . . .
adakah yang didamba
Lelaki
sebagai tempat bernama damai pelabuhan hati




adalah ... Pernikahan dalam Syariah ikutan unik dan suci

adalah ... Pernikahan dalam Syariah menyatukan dua insan berbeda
adalah ... Pernikahan dalam Syariah mengikat hati mereka dalam semaian cinta
adalah ... Pernikahan dalam Syariah merawat dua hati yang rawan dalam tanggung jawab

adalah ...
Pernikahan dalam Syariah merawat dua hati yang lemah dengan pengorbanan

adalah ...
Pernikahan dalam Syariah membingkai dua hati yang terpisah dengan ketaatan






"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannyarasa kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (Q.S. Ar Ruum : 21)




maka ...
menikah adalah ibadah
meski mengayuh biduknya
memastikan beratnya tanggung jawab


maka ...
menikah adalah separuh agama
meski memutar kemudinya
meniscayakan perjuangan tak henti


Mitsaqan Ghalizan...
itulah Perjanjian yang agung itu ...



"...Aku wasiatkan kalian selalu berbuat baik"
begitu kata-kata terakhir Rasulullah SAW ketika mengingatkan akan kewajiban dibalik amanah pernikahan dalam khutbah beliau pada Haji Wada'





Maka Menikahlah !




Wahai para pemuda, siapa saja
di antara kalian yang btelah mampu
memikul beban hendaklah ia segera
menikah karena hal itu dapat
menundukkan pandangan dan menjaga
kehormatan. Sebaliknya siapa saja
yang belum mampu hendaklah ia
berpuasa karena hal itu dapat menjadi
perisai baginya"
(HR Ibnu Mas'ud)




"Sesungguhnya Kami telah
mengutus beberapa Rasul sebelum
kamu (Muhammad) Kamipun
telah memberikan kepada mereka
istri-istri dan keturunan"
(QS Ar Ra'du : 38)


Ada tiga orang yang berhak
mendapat pertolongan Allah :

(1) seorang mujahid (yang sedang
berperang) di jalan Allah;
(2) orang yang menikah karena
ingin menjaga kehormatannya,
(3) makatib (budak) yang bekerja
demi memerdekakan dirinya


Menikahlah !!!
Teladanilah Rasul dalam
memasuki gerbang pernikahan

Pilihlah calon suami/istri karena ketaqwaannya

Masukilah gerbang
pernikahan dengan ketulusan
niat dan ketundukan terhadap AturanNya

Teladanilah Rasul dalam membangun Keluarga

Laa ilaaha illa Allah sebagai pilar utama mencapai bahagia


"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka" (TQs. At Tahrim : 6)








Suami sebagai nahkoda

"Kaum laki-laki (suami) itu adalah pemimpin kaum wanita (istri) oleh karena Allah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (TQs. An Nisaa : 34)








Istri sebagai ibu dan pengatur rumah tangga

"...Seorang perempuan (istri) adalah pemimpin (pengurus) rumah suami dan anak, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya" (HR Bukhari-Muslim)

dengan kasih sayang, kelembutan, dan perhatiannya isteri adalah ibu yang mengemban tugas luhur melahirkan generasi Khairu Ummah

"Dialah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa lalu dari jiwa itu Dia menciptakan istrinya agar ia merasa tenteram kepadanya" (TQs. Al A'raf : 189)




Merajut keindahan persahabatan

Pernikahan adalah kehidupan persahabatan. Suami-Istri adalah sahabat sejati dalam segala hal.


Gapai kesejahteraan dalam naungan syariat

"Allahlah pemberi rizki "Dialah (Allah) yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizkiNya" (TQs. Al Mulk : 15)


Bekerja tak tergelincir pada Lumpur dosa
"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian pada para ibu" (TQs. Al Baqarah : 233)

Berjuanglah, warnailah masyarakat dan kehidupan dengan keshalehan

"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka" (TQs. At Tahrim : 6)

"Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka memerintahkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran (QS At Taubah [9] : 71)



Reguklah kemuliaan Cinta Dalam Tunduk Patuh Pada-NYA, Hanya Pada-NYA




"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa" ((TQs. Al Furqaan : 74)



"semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman" (Doa Rasulullah Muhammad SAW pada pernikahan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib)

KONSEP diri anak berbasis AQIDAH ISLAM  

Posted by Rudiny in , ,








--> SHOLEH
  • Mencari keridloan Allah SWT
  • Menyenangkan orang tuanya
  • Disukai semua orang


--> PINTAR
  • Senantiasa mau belajar
  • Mencoba segala sesuatu
  • Tidak cepat menyerah
  • Rasa ingin tahu yang besar


--> SEHAT
  • Memakan makanan yang halal dan thoyib (bergizi)
  • Menjaga kebersihan
  • Cukup istirahat
  • Banyak gerak

--> PEMIMPIN
  • Berani
  • Bertanggung jawab
  • Amanah
  • Peduli kesulitan orang lain
  • Suka membantu atau meringankan beban orang lain
  • Tidak membiarkan orang lain melakukan kesalahan

SHOLEH + PINTAR + SEHAT + PEMIMPIN


UNGGUL --> KEPRIBADIAN ISLAM


KONSEP DIRI

definisi -->

  • Self Concept atau Self Esteem (Harga Diri)
  • Pemberian nilai pada diri seseorang yang akan mempengaruhi pemikiran dan perasaannya

URGENSI PEMBENTUKAN KONSEP DIRI




Nilai Diri = Positif dan Negatif

Contoh konsep diri positif :



  • --> Pemikiran ; Saya pandai, Saya Shaleh, Saya rajin, Saya Bertanggung jawab
  • --> Perasaan ; Percaya diri, Tidak mudah menyerah, Suka tantangan

"Kamu pandai, Kamu sholeh, Kamu rajin, Kamu bertanggung jawab"


Contoh konsep diri negatif :



  • --> Pemikiran ; Saya bodoh, Saya nakal, Saya malas, Saya ceroboh
  • --> Perasaan ; Tidak mau mencoba, Senang melakukan kesalahan, Mudah menyerah, Mudah meremehkan pekerjaan, Mengandalkan orang lain, Selalu menuntut kemudahan

CARA RASULULLAH MEMBENTUK KONSEP DIRI ANAK




  • Memberi pujian
  • Menumbuhkan rasa percaya diri
  • Memberi kesempatan untuk melaksanakan suatu amanah

Contoh :



Abdullah bin Umar
Rasul memberikan pujian terhadap dirinya, karena rajin shalat malam


Shahabat (Budak Bangsa Persia)
Rasul membangun rasa percaya diri dengan memasukkannya pada garis keturunan kaum Anshar


Abdullah bin Ja'far ra

Rasul memberi kesempatan untuk memegang amanah rahasia


Usamah bin Zaid
Rasul memberi kesempatan untuk ikut berjjihad sekalipun hanya membantu pengobatan


Dengan meneladani Rasulullah SAW dalam mendidik anak kita mampu menjadikan anak memiliki kepribadian islam, yaitu berpikir dan bersikap dengan standar aqidah islam

Jika Nabi Muhammad Datang ke Rumahmu...  

Posted by Rudiny in ,



Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadist di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur;an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?
Maukan kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksilan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu

KEADILAN & KEBIJAKSANAAN BAGINDA RASUL TERHADAP ISTRI - ISTRINYA  

Posted by Rudiny in






Pada suatu hari, istri-istri Rasulullah saw berdatangan kepada beliau untuk menanyakan satu masalah yang sangat menarik. “Apakah maksud kalian datang beramai-ramai kepadaku? Adakah sesuatu yang ingin kalian tanyakan kepadaku?” tanya Baginda Rasul.
“Ada ya Rasulullah,” jawab salah seorang di antara mereka.
Rasulullah saw berkata, “Katakanlah!”
Lalu salah seorang di antara istri-istri beliau itu berkata, “Hanya satu yang ingin kami tanyakan ya Rasulullah, siapakah istri yang paling engkau cintai di antara kami ini?”
Jawab Nabi, “Baiklah, nanti Insya Allahakan kujawab pertanyaan ini. Sekarang kalian pulang dulu dan bersabarlah.”
Maka bubarlah mereka dan kembali ke rumah masing-masing. Sesudah itu Rasulullah saw. Membeli beberapa buah cincin emas. Lalu didatangkanlah istri-istrinya itu satu persatu secara bergiliran, dan masing-masing diberi sebuah cincin. Sudah barang tentu istri-istri Nabi itu merasa gembira menerima pemberian dari suaminya. Namun demikian Nabi saw. Tidak memberitahu siapa-siapa sajakah yang diberi cincin. Beliau hanya berpesan bahwa mereka harus berkumpul lagi untuk mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepada beliau.
Beberapa waktu kemudian, istri-istri Nabi saw. Seperti Siti Aisyah, Siti Shafiyah, Siti Zaenab dan lain-lain berkumpul kembali di hadapan beliau. Lalu tampillah istri Nabi yang termuda yang biasanya paling berani mengemukakan suatu masalah kepada beliau, yaitu Siti ‘Aisyah binti Abu Bakar. Katanya, “Ya Rasulullah, sekarang kami semua telah berkumpul kembali untuk mendengarkan jawaban engkau. Siapakah di antara kami yang paling engkau cintai?”
Rasulullah saw. Memandang mereka sambil tersenyum manis dengan wajah yang berseri-seri, lalu beliau berkata, “Yang paling aku cintai dan sayangi adalah siapa di antara kalian yang aku beri cincin.”
Mendengar jawaban beliau, semuanya tersenyum girang, lantaran semuanya merasa diberi cincin, meskipun satu dengan lainnya saling tidak tahu.
Begitulah keadilan dan kebijaksanaan Baginda Rasulullah saw terhadap istri-istrinya. Beliau tidak pernah membeda-bedakan cinta dan kasih sayangnya kepada semua istrinya. Dan demikianlah yang seharusnya dicontoh dan ditiru oleh siap saja yang mempunyai istri lebih dari seorang.

KELUHURAN SIKAP BAGINDA RASUL TERHADAP ISTRI-ISTRINYA  

Posted by Rudiny in



Pada suatu ketika Rasulullah saw pulang ke rumah sudah larut malam. Beberapa kali Rasulullah saw mengetuk-ngetuk pintu, tapi Siti Aisyah tidak muncu-muncul juga untuk membukakannya. Lalu beliaupun mencoba memanggilnya berulang kali, namun tetap tak ada jawaban dari dalam. Maka sejenak Rasulullah saw berfikir, “Mungkin dia tidur kepulasan lantaran terlalu lama menunggu kepulanganku. Agaknya dia baru saja tertidur. Biarlah aku tidur di sini saja, kasihan dia,” kata beliau dalam hati. Lalu beliau menggelar sorbannya di lantai dan tidur di depan pintu.
Keesokan harinya, ketika bangun di waktu Shubuh, Siti Aisyah buru-buru lari menuju pintu. Betapa kagetnya Siti Aisyah ketika ia membuka pintu didapatinya Rasulullah saw sedang tidur menggeletak di lantai depan pintu. Melihat itu tentu saja Siti Aisyah merasa ketakutan. Dalam pikirannya, tentu Rasulullah saw akan murka kepadanya. Tapi, ketika beliau bangun dari tidurnya, ternyata beliau hanya berkata, “Sebenarnya aku semalam telah mengetuk-ngetuk pintu dan memanggil-manggil namamu. Tapi rupanya engkau tidur terlalu pulas lantaran terlalu lama menunggu kedatanganku. Itu sebabnya aku memutuskan untuk tidur di sini, karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu.”
Demikianlah keluhuran sikap Rasulullah saw terhadap istri-istrinya. Beliau tidak pernah  marah apalagi memukul istrinya. Bahkan beliau sendiri pernah bersabda, “Janganlah kamu ringan tangan dan bersikap garang terhadap  istrimu, karena pada suatu waktu kamu akan tidur bersamanya.”

TIDUR MENURUT TUNTUNAN RASUL  

Posted by Rudiny in


Bagaimana sih tidur menurut Islam dan tidur yang dianjurkan oleh baginda Rasul postingan ini disarikan dari kitab "Kitabul Adab" karya Syaikh Fu'ad bin Abdul Aziz As-Syalhub dengan tambahan referensi lainnya yang mendukung. Semoga bermanfaat.

TIDUR SEBUAH TANDA KEKUASAAN ALLAH
Allah berfirman.:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Ruum: 23).
Allah juga berfirman:
“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.“ (QS. An-Naba': 9).
Imam Ibnu Katsir berkata:
"Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Allah menjadikan sifat tidur bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang".

ADAB TIDUR

a. Anjuran Qoyluulah
Berkata Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur".
Berdasarkan hadits: Dari Sahl Bin Sa'd dia berkata: "Tdaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat jum'at". Juga Rasulullah bersabda: "Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah". Al-Hazh Ibnu Hajar berkata: "Hadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinya".

b. Tidur di awal malam
Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam. Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: "Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur".

c. Dibencinya tidur sebelum lsya’ dan ngobrol setelahnya.
Berdasarkan hadits:
Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan bercakap-cakap setelahrtya.
Al-Hazh lbnu Hajar berkata:
"Dibencinya tidur sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya' hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam".
Kemudian Al-Hazh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya' dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya. Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.

d. Menutup pintu, mematikan api dan lampu
Berdasarkan hadits:
Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.
Juga berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidur".
Imam Al-Qurthubi berkata:
"Berdasarkan hadits ini apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api masih menyala di dalam rumahnya hendaklah ia mematikan terlebih dahulu sebelum tidur, demikian pula apabila di dalam rumah terdapat beberapa orang hendaklah orang yang terakhir yang melakukannya, maka barang siapa yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi sunnah!".
Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata:
"Perintah menutup pinto sebelum tidur, di dalamnya terdapat kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari syaithon". Perhatian: Perintah mematikan api dan lampu sebelum tidur merupakan tindakan preventif sebelum terjadt kebakaran, apabila aman dan kebakaran -seperti keadaan lampulampu masa kini-Pent maka tidaklah mengapa menghidupkannya.

e. Berwudhu
Berdasarkan hadits: Dari Baro' Bin 'Azib bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat".
Imam Nawawi berkata: "Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemputnya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur".

f. Mengebuti tempat tidur
Berdasarkan hadits: Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya".

FAIDAH HADIST :
1. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur.

2. Hendaklah mengebutinya tiga kali.

3. Membaca 'Bismillah' ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim.
Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali.

4. Larangan tidur satu selimut
Berdasarkan hadits: Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut".

5. Berbaring Kesisi Kanan
Imam Ibnul Qoyyim berkata: "Adalah Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan dibawah pipinya yang kanan".
Sahabat Mulia Hudzaifah berkata: "Adalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya".
Imam Ibnul Jauzy berkata: "Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh".

6. Berwudhu
Rasulullah bersabda: “Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!”

7. Membaca Ayat AI-Qur’an
Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur'an terlebih dahulu, diantaranya:
a. Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: "Jika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi."
b. Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A'isyah dia berkata: "Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, AlFalaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali ".
c. Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits: Dari Abu Mas'ud Al Badriyyi bahwasanya Rasulullah bersabda: "Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya diwaktu malam maka akan mencukupinya".

8. Membaca Do’a
Banyak sekali do'a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya: "Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup".
"Yaa Allah... aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Allah... aku beriman kepada kitabMu yang telah engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utus", maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meniggal dalam keadaan throh dan jadikanlah do'a tersebut akhir yang engkau ucapkan.

9. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi?
Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Mimpi yang baik adalah dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah seoratg diantara kalian mimpi buruk hendaklah ia meludah kearah kiri dan mohonlah perlindumgan kepada Allah dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinya".
a. Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon.
b. Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang menyukai.
c. Sebalknya apabi Ia bermimpi burns maka hendaklah in memohon perlindungan kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun.

10. Dibencinya tidur telungkup Berdasarkan hadits:
Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkala: Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi.
Berkata Syaroful Haq 'Azhim Abadi: "Berdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon".

11. Dibencinya tidur diatas rumah tanpa penutup
Berdasarkan hadits: Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: Barang siapa yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya penjagaan".

12. Do’a ketika bangun tidur
Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo'a: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setetah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan ". Demikianlah pembahasan kita kali ini, akhirmya kita memohon kepada Allah tauk dan hidayah-Nya agar tetap istiqomah dialas jalan-Nya. Amiin. Wallahu A'lam

Oleh : Abu Abdillah Al-Alsari





MENGENAL RASUL MENURUT KANDUNGAN HADIST  

Posted by Rudiny in



Segala puji kehadhirat Allah Tuhan sekalian alam, yang telah memberikan pujian dan kemuliaan kepada Nabi dan Rasul-Nya Muhammad bin Abdullah Shallallahu'alaihi wasallam, dengan banyak pujian. Dan Allah telah menghiasi beliau dengan hiasan rahmat/kasih sayang, sehingga sosok beliau, seluruh sifat beliau, begitu pula kehidupan dan kematian beliau, tak lain merupakan rahmat bagi alam semesta. Dan Allah SWT telah meninggikan sebutan untuk beliau, sebagaimana firman-Nya : warafa'naa laka dzikraka (Q.S. Al-Insyirah : 4).
Sebutan untuk beliau telah Allah angkat di dunia dan di akherat. Setiap khatib yang berkhutbah, setiap muadzdzin yang mengumandangkan adzan, setiap orang yang bertasyahud di waktu shalat ataupun orang yang mebaca shalawat, semuanya cintanya kepada beliau dan akan menyebut nama beliau kapanpun dan di manapun berada.
Dalam artikel ini dapat kita ketahui sifat jasmani/ciri fisik sosok yang mulia Baginda Rasulullah SAW sesuai dengan riwayat - riwayat yang berhubungan dengan hal tersebut.
Dan apa yang termuat dalam artikel ini tiada lain, kecuali dengan niatan untuk menambah kecintaan kita kepada Beliau dan mengobati kerinduan yang tiada terkira kepada beliau yang telah mendahului kita lebih dari 1400 tahun yang lalu, dengan sebesar - besar harapan dan permohonan Kepada Allah SWT agar nantinya kita dipertemukan dengan beliau pada saat hidup (bermimpi dipertemukan dengan beliau) atau mati dan semoga beliau menjadi wasilah kita, guna mendapatkan syafa'at di hari kiamat kelak, Allahumma amin.......

KESEMPURNAAN JASMANI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Al-Barra bin 'Azib RA, ia berkata : "Bahwasanya Nabi Muhammad SAW sebaik - baik wajah manusia dan sebaik - baik bentuk tubuh manusia, tidak panjang sekali (tinggi sekali)dan tidak pula pendek (rendah)." (H.R. Bukhari).
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA, ia berkata : "Rasulullah SAW, sebaik - baik wajah manusia dan warna (kulit) beliau bercahaya, tidak ada seorangpun yang dapat (secara konkrit) menjelaskan sifat (jasmani) beliau, kecuali (mengatakan) bahwa wajah beliau laksana bulan di malam purnama, niscaya ia berkata bahwa wajah beliau di mata manusia lebih indah daripada bulan, lebih cemerlang, wajah beliau bersinar seperti sinar bulan." (H.R. Baihaqi).

KULIT RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Nafi' bin Jubair dari 'Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata : "Nabi SAW wajahnya mengarah kemerahan*"(H.R. Tirmidzi).
* Menurut Imam Baihaqi : Sesungguhnya kecendrungan warna kulit Nabi SAW kemerahan, hal ini tampak tatkala terkena sinar matahari atau angin, namun kulit yang ada di bawah (dalam) pakaian beliau berwarna putih terang.

WAJAH RASULULLAH SAW
'Ali bin Abi Thalib RA, dalam menjelaskan sifat Rasulullah SAW, ia berkata : "pada wajah Rasulullah SAW terdapat (bentuk) melingkar (oval), putih (kulitnya), kedua mata beerwarna (sangat) hitam (dan lebar) berbulu mata panjang." (H.R. Tirmidzi)

KENING RASULULLAH SAW
Seorang laki - laki dari kabilah 'Adawiyah berkata, bahwa kakeknya telah mengatakan kepadanya, ia (kakeknya) berkata : Aku berangkat ke Madinah kemudian ia menyebutkan sifat (jasmani) Rasulullah SAW : yakni lelaki berbadan bagus, berdahi lebar/luas, berhidung halus (bentuknya) beralis halus (bentuknya). (H.R. Baihaqi).

MULUT RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah RA, ia berkata : "Rasulullah SAW mempunyai mulut yang luas/besar.*" (H.R. Muslim)
* Menurut orang Arab bahwa bentuk mulut yang luas adalah sesuatu yang terpuji, karena menyerupai mulut singa yangg melabangkan kefasihan dan keindahan, manakala disertai kepala dan muka yang besar demikian sebagaimana apa yang dikatakan Tsa'lab.

GIGI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA : "Rasulullah SAW memmpunyai gigi depan yang renggang (antara gigi seri dan gigi taring), apabila berbicara terlihat seperti cahaya yang keluar dari gigi - gigi depan beliau." (H.R. Tirmidzi, Baihaqi dan Thabrani).

HIDUNG RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin Mas'ud RA dalam menyebutkan ciri (jasmani) Rasulullah SAW : "Adalah Rasulullah SAW berhidung mancung." (H.R. Abu Nu'aim Al - Ashbahani).

KUMIS RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW mencukur kumis beliau dan disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS mencukur kumisnya. (H.R. Tirmidzi).

JANGGUT RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Hindun bin Abi Halah RA, bahwasanya Rasulullah SAW berjanggut tebal. (H.R. Tirmidzi).
RAMBUT YANG TUMBUH DI BAWAH MULUT RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW tidak mewarnai (rambut) akan tetapi terdapat sedikit rambut putih (uban) pada rambut di bawah bibir dan (sedikit) uban pada rambut yang tumbuh di antara telinga dan mata, dan juga (sedikit) uban pada kepala (beliau). (H.R. Bukhari).

PIPI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, tatkala ditanya tentang sifat (jasmani) Rasulullah SAW : disebutkan bahwa (Rasulullah SAW) mempunyai pipi yang rata (tidak ada tonjolan daging yang berlebih). (H.R. Baihaqi).

DAHI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA, ia berkata : "Nabi SAW mempunyai dahi yang tampak jelas di antara rambutnya, hal itu tampak pada waktu shubuh atau di kegelapan malam, atau ketika terlihat di depan manusia, muka beliau terlihat seperti cahaya pelita yang menyala bersinar dan Nabi SAW mempunyai dahi yang luas." (H.R. Baihaqi).

TELINGA RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW mempunyai telinga yang sempurna (bentuknya) (H.R. Ibnu Sa'ad).

LEHER RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA, ia berkata : "Rasulullah SAW adalah hamba Allah yang mempunyai leher paling bagus, tidak panjang dan tidak pula pendek, manakala leher beliau terkena sinar matahari dan angin, tampak seperti cerek perak yang bercampur emas." (H.R. Baihaqi).

KEPALA RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA : "Rasulullah SAW mempunyai kepala yang besar." (H.R. Tarmidzi).

RAMBUT RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW berambut ikal yang bagus, yakni tidak lurus dan juga tidak keriting sekali, apabila beliau menyisir rambut dengan sisir, tampak bagai hamparan pasir, dan bagaikan gundukan - gundukan pasir ketika ditiup angin. Apabila beliau diam/tidak berjalan, rambut beliau berhimpitan dan menggulung tampak seperti cincin - cincin. Semula beliau menguraikan rambut ubun - ubunnya di antara kedua matanya sebagaimana rambut kuda, sampai datang Jibril AS (meminta) agar beliau memisahkan/membaginya, beliaupun kemudian membaginya dan (panjang) rambut Rasulullah SAW mencapai bahu atau juga mencapai telinga bagian bawah. Dan boleh jadi juga beliau membuat jalinan - jalinan rambut, telinga kanan beliau tampak di antara kedua jalinan rambut yang menghimpitnya, bagi siapa yang melihat/memperhatikan telinga beliau yang tampak di antara jalinan - jalinan rambut itu, kedua (telinganya) seperti planet - planet (bintang - bintang) yang bersinar di antara kehitaman rambut beliau. (H.R. Baihaqi dan Abu Nu'aim Al-Ashbahani).

UBAN RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ia berkata : Ketika Rasulullah SAW wafat, tidaklah uban yang (tumbuh) di kepala dan janggut beliau (mencapai) dua puluh lembar. (H.R. Bukhari dan Muslim).
PUNDAK RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Ali bin Abi Thalib RA ia berkata : Rasulullah SAW mempunyai punggung bagian atas/di bawah pangkal leher (pertemuan antara tulang belikat) yang besar. (H.R. Tirmidzi).

DADA RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA ia berkata : Nabi SAW mempunyai dada yang lebar, luas seperti kaca yang rata, tidaklah sebagian dadanya lebih tinggi daripada yang lain, (putih) seputih bulan di malam purnama. (H.R. Baihaqi).

BAHU RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA : Bagian tangan Rasulullah SAW dari siku sampai pundak besar dan kedua bahunya besar dan lebar. (H.R. Ibnu Sa'ad)

PERUT RASULULLAH SAW
Hindun bin Abi Halah RA berkata : Rasulullah SAW mempunyai tubuh yang bersih/cerah, mempunyai bulu - bulu yang pendek dan halus, yang menghubungkan dada tengah atas sampai ke pusat berupa rambut yang memanjang seperti garis tetapi (rambut) itu tidak menutupi kedua bagian dada dan perut beliau. (H.R. Tirmidzi).

LENGAN RASULULLAH SAW
Hindun bin Abi Halah RA berkata : Rasulullah SAW mempunyai lengan yang panjang, tulang persendiannya besar. (H.R. Tirmidzi).

KETIAK RASULULLAH
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA ia berkata : Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan beliau pada waktu berdo'a sampai terlihat putihnya kedua ketiak beliau. (H.R. Bukhari).

BETIS (KAKI BAGIAN BAWAH) RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah RA ia berkata : Betis Rasulullah SAW bagus (bentuknya tidak terlalu besar), (yakni kedua betis beliau sangat bagus dan indah). (H.R. Tirmidzi).

TUMIT (UJUNG TELAPAK KAKI) RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah RA, ia berkata : Rasulullah SAW mempunyai ujung telapak kaki yang tidak tebal (sedikit dagingnya). (H.R. Muslim dan Tirmidzi).

KAKI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Hindun bin Abi Halah RA ia berkata : Telapak kaki Rasulullah SAW bagian tengah terdapat bagian yang tidak tersentuh air, kedua kaiknya halus dan datar, air yang mengenai akan menetes dengan cepat, apabila beliau berjalan beliau mengangkat kakinya, melangkah dengan kuat mengangkat kedua kakinya dan berjalan dengan mudah. (H.R. Tirmidzi).

TULANG PERSENDIAN RASULULLAH SAW
Ibrahim bin Muhammad berkata : Rasulullah SAW mempunyai tulang persendian yang besar (seperti lutut, siku, mata kaki). (HR. Tirmidzi).

TELAPAK TANGAN RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aun bin Juhaifah dari ayahnya, ia (ayahnya) berkata : Nabi SAW berada di Bath-ha, orang - orang berdiri dan memegang kedua tangan beliau, lalu mereka mengusapkan (tangan Nabi SAW) ke muka - muka mereka, maka akupun memegang tangan beliau untuk kuletakkan di mukaku, tangan beliau terasa lebih dingin daripada es dan lebih harum dari misik (jenis minyak harum). (H.R. Bukhari).

JARI - JARI RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh 'Aisyah RA berkata : Rasulullah SAW mempunyai telapak tangan yang luas dan jari - jari yang panjang, jari - jari beliau seperti sepotong dahan dari perak. (H.R. Baihaqi).

KERINGAT DAN BAU TUBUH RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ia berkata : Nabi SAW datang ke tempat kami, kemudian beliau tidur waktu siang dan berkeringat. Datanglah ibuku membawa botol, ia kemudian mengusap keringat Nabi SAW dan memasukkannya ke dalam botol, Nabi kemudian terbangun, beliau berkata : Wahai Ummi Sulaim RA, apa yang engkau lakukan ? Ummu Sulaim RA berkata : Ini keringat Anda, kami menjadikannya sebagai minyak harum kami, dan keringat Anda adalah sebaik - baik minyak harum. Dalam riwayat yang lain : Kami (Ummi Sulaim) mengharap keberkahannya (dari keringat Nabi SAW yang sangat harum) untuk anak - anak kami. Nabi SAW berkata : Tepatlah engkau (Ummi Sulaim). (H.R. Bukhari, Muslim dan Nasa'i).

POSTUR TUBUH RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Hindun bin Abi Halah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bertubuh tegak, berbadan padat (tidak kendor karena kurus ataupun gemuk). (H.R. Tirmidzi).

JALAN RASULULLAH SAW
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA ia berkata : Aku tidak melihat apapun lebih bagus daripada Rasulullah SAW, seperti matahari beredar di wajahnya, aku tidak melihat seseorang lebih cepat jalannya daripada Rasulullah SAW, tanah sepertinya menyempit bagi beliau, sedangkan kami merasa kelelahan (dala berjalan), namun Rasulullah SAW tidak merasa lelah. (H.R. Tirmidzi dan Ahmad).
Diriwayatkan oleh Hindun bin Abi Halah RA, ia berkata : Apabila berjalam (Nabi SAW) seperti menapak lereng, apabila beliau menoleh/menengok, beliau menengok dengan seluruh badannya, pandangan beliau menunduk, penglihatannya ke tanah (ke bawah) lebih lama daripada penglihatannya ke langit (ke atas). (H.R. Tirmidzi).

KHATAM KENABIAN RASULULLAH
Diriwayatkan oleh Abu Nadhrah Al - Auqi berkata : Aku bertanya kepada Abu Sa'id Al - Khudri RA tentang khatam Rasulullah SAW, yakni tentang khatam kenabian. Abu Sa'id RA berkata : di punggung beliau (Nabi SAW) terdapat benjolan yang menyembul, atau khatam yang ada d punggung Nabi SAW itu berupa benjolan/tonjolan daging yang tampak/terlihat dan meninggi/mencuat. (H.R. Tirmidzi)
Di kutip dari buku : Mengenal Rasulullah SAW Menurut Kandungan Hadist
Penulis : Syekh Ibrahim Abdullah Al-Hazimi