Tampilkan postingan dengan label PETUAH. Tampilkan semua postingan

Wasiat Nabi Adam A.S.  

Posted by Rudiny in

  1. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, tetapi "HATI" mu GELISAH karenanya, maka JANGANLAH kamu teruskannya. Karena sewaktu aku memakan buah khuldi, hatiku telah bergoncang & gelisah.
  2. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, TELITILAH kesudahannya. Sekiranya aku memikirkan tentang kesudahan akibat memakan buah tersebut, sudah tentu aku tidak akan memakannya.
  3. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, BERBINCANGLAH dengan orang yang arif. Sekiranya aku dahulu berbincang dengan malaikat, sudah tentu diberitahukan kepadaku agar aku tidak memakan buah yang terlarang itu.
*Riwayat dalam Syarah Hadis 40 Imam Nawawi.

6 Kunci Mendapat Ketenangan Hati  

Posted by Rudiny in


Sahabatku ada 6 tips mudah untuk mendapatkan ketenangan hati semoga bermanfaat :
  1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.
  2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.
  3. Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikanmasa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
  4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
  5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
  6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.

Pensil dan Penghapus  

Posted by Rudiny in


 
Pensil : "Maafkan aku ya."

Penghapus : "Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa."

Pensil : "Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka.Setiap kali aku melakukan kesalahan,kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya.Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu.Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat."

Penghapus : "Hal itu benar.Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu.Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan.Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku.Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir.Aku tidak suka melihat dirimu bersedih."

Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya.

Terkadang,seiring berjalannya waktu...

Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil.

(Dalam hal ini,maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru ( Suami atau Istri ).Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

Hingga saat ini, kalau anda masih mendapati diri anda selalu menjadi si pensil. Dan hal itu pasti akan sangat menyakitkan diri anda , apalagi kalau melihat si penghapus atau orang tua semakin bertambah "kecil"dan "kecil" seiring berjalannya waktu.

Dan kita tahu bahwa suatu hari kelak,yang tertinggal hanyalah kenangan“Si Penghapus” dengan segala kenangan yang pernah di lalui dan miliki bersama mereka.