Kisah Tsabit bin Ibrahim  

Posted by Rudiny in


Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba² dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah²an. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah²an itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.

Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata... "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya...!!!"

Orang itu menjawab... "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya...!!!"

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi... "Dimana rumah pemiliknya...??? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini...!!!"

Pengurus kebun itu memberitahukan... "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam...!!!"

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu...
"Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya...

"Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka...!!!"

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata...

"Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu...???"

Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba²...

"Tidak... aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat...!!!"

Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya...

"Apa syarat itu tuan...???"

Orang itu menjawab...
"Engkau harus mengawini putriku...!!!"

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata...

"Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu...???"

Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit.
Ia malah menambahkan, katanya...

"Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan² putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh...!!!"

Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara² setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya...???

Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi... "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan...!!!"

Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap... "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban² dan hak²ku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah²an aku dapat meningkatkan kebaikan²ku di sisi Allah Taala...!!!"

Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam...

"Assalamu alaikum...!!!"
Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini.

"Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula...!!!" Kata Tsabit dalam hatinya.

Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita² yang bertentangan dengan yang sebenarnya...??? Setelah Tsabit duduk di samping istrinya, dia bertanya...
"Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa...???"

Wanita itu kemudian berkata...
"Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa² yang diharamkan Allah...!!!"

Tsabit bertanya lagi...
"Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa...???"

Wanita itu menjawab...
"Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan...???" Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata...

"Aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat² yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala...!!!

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya Dengan bangga ia berkata tentang istrinya...
"Ketika kulihat wajahnya... Subhanalla, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap...!!!"

Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia.

itulah AL IMAM ABU HANIFAH AN NU'MAN bin Tsabit...

0ne Minute Before Married  

Posted by Rudiny in


  • Menyegerakan diri untuk menikah itu sunnah... Tapi tergesa-gesa untuk menikah itu musibah...
  • Menikah itu kebaikan... Maka awalilah kebaikan dengan kebaikan pula...
  • Cobaan menjelang pernikahan itu sangat berat... Maka beruntunglah bagi mereka yang dapat melaluinya dengan kesabaran dan keyakinan...
  • Jika engkau menikahinya karena ketampanan atau kecantikannya... Maka ketahuilah bahwa suatu saat ia akan peot dan keriput...
  • Jika engkau menikahinya karena hartanya... Sungguh ketahuilah bahwa hartanya itu akan habis...
  • Namun jika engkau menikahinya karena agamanya... Maka ketahuilah bahwa engkau orang yang paling beruntung...
  • Cinta yang dikehendaki Allah adalah mencintai seseuatu karena mengharapkan keridha-an Allah semata...
  • Jangan sampai kekaguman kita terhadap dunia melebihi kekaguman kita kepada Allah Swt...
  • Ketika Allah Swt telah membuatmu jemu dengan makhluk... Maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kedekatan dengan-Nya...
  • Sesorang hanya akan menikah dengan jodohnya... Tidak mingkin dia akan menikah dengan yang bukan jodohnya... Maka kegagalan dalam menuju pelaminan... Bisa jadi karena memang dia bukan jodohnya...
  • Berdo’alah... Tapi jangan semata-mata karena hajat duniamu... tapi memang karena kerinduanmu untuk merintih... Mengadu... berbisik dan bercengkrama dengan-Nya...
  • Apa yang berlalu dari dunia adalah mimpi... Apa yang belum ada adalah angan–angan... Dan apa yang sekarang ada dalam genggaman adalah titipan yang harus dipertanggung jawabkan...
  • Derajat keimanan seseorang akan naik ke tingkat yang lebih tinggi setelah ia melewati satu pintu... Pintu itu bernama pernikahan...
  • Dunia ini datang dan pergi sewaktu-waktu kapan saja...
  • Jika datang bersyukurlah... Jika pergi maka bersabarlah... Karena itu letakkanlah dunia di telapak tanganmu... Jangan di hatimu... Karena tidak mungkin ada dua cinta berkumpul dalam satu hatimu...
  • Jadikanlah keikhlasan menerima takdir-Nya sebagai bukti cinta kita kepada Allah Swt... Hadapilah segala ketentuan-Nya... Karena jalan kemenangan ada dalam hati kita...
  • Bila kita ingin mendapatkan yang lebih... Maka kita juga harus berjuang dan sanggup berbuat yang lebih pula... Begitu pula apabila kita ingin mewujudkan cita–cita yang sempurna... Maka kita harus mempersiapkan segalanya dengan sempurna...
  • Banyak yang ingin berpoligami mengatasnamakan sunnah... Padahal sebenarnya nafsulah yang menginginkannya...
  • Banyak yang takut menikah... Karena takut tidak dapat memberi makan istri dan anak... Padahal yang memberi makan dan istri dan anaknya adalah Allah SWT... Melalui perantara dia...

Wasiat Nabi Adam A.S.  

Posted by Rudiny in

  1. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, tetapi "HATI" mu GELISAH karenanya, maka JANGANLAH kamu teruskannya. Karena sewaktu aku memakan buah khuldi, hatiku telah bergoncang & gelisah.
  2. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, TELITILAH kesudahannya. Sekiranya aku memikirkan tentang kesudahan akibat memakan buah tersebut, sudah tentu aku tidak akan memakannya.
  3. Jika kamu hendak berbuat sesuatu, BERBINCANGLAH dengan orang yang arif. Sekiranya aku dahulu berbincang dengan malaikat, sudah tentu diberitahukan kepadaku agar aku tidak memakan buah yang terlarang itu.
*Riwayat dalam Syarah Hadis 40 Imam Nawawi.

Hadits - hadts Keutamaan Senyum  

Posted by Rudiny in

  1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
  2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
    “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
     
  3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
  4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
  5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
     
  6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).

6 Kunci Mendapat Ketenangan Hati  

Posted by Rudiny in


Sahabatku ada 6 tips mudah untuk mendapatkan ketenangan hati semoga bermanfaat :
  1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.
  2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.
  3. Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikanmasa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
  4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
  5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
  6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.

Aku Malu Menatap Wajah Suamiku  

Posted by Rudiny in

 
Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata: betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan.” Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti … mesti … dan mesti …” Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih.”

Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.

Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan…”

Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja.”

“Haah, pergi?” Kata sang istri.

“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat.” Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi.”

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ...

Barakallahufikum ...

Kenapa Hidup Penuh Masalah ?  

Posted by Rudiny in

Pernah terjadi di Rusia, di sebuah negeri yang bercorak putih, berselimut salju dan terkenal atheis. Seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk luar biasa. Kepalanya mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Si tukang cukur merasa kesal, namun enggan untuk membangunkan, lalu untuk mengusir kantuk pelanggannya si tukang cukur kemudian mengajaknya untuk bicara.
"Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?"
Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’
Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali, ‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!'
‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.
‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dengan sifat-Nya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah, galau, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang.
Si pelanggan terdiam. Sambil membatin, ia berpikir keras mencari jawaban. Namun sayang, sampai cukuran selesai ia tak jua menemukan jawaban tepat. Maka pembicaraan pun terhenti. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.
Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat.
Namun dalam langkahnya, ia masih penasaran untuk tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani. Saat berdiri di depan pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut panjang tak terurus, janggut lebat berantakan, baju compang-camping tak keruan.
Demi melihat hal demikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun kembali mendatangi si tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR bukan TUHAN !’
Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya, ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’
‘Begini pak, di jalan tadi saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berpenampilan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.
Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, ‘Pak… maaf bukannya TUKANG CUKUR yang tidak ada di dunia ini. Masalahnya adalah pria gila yang Anda ceritakan tadi tidak mau datang ke sini, ke tempat saya… Andai dia mau datang, maka pasti rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak lagi berpenampilan demikian!’
Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara,‘Naaaahhhh….!!! itu dia jawabannya. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan tadi!'
‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tersontak kaget tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.
‘Anda tadi kan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya banyak masalah, galau, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Andai saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!'
Si tukang cukur pun akhirnya hanya terdiam, sambil menatap punggung si pelanggan yang melenggang meninggalkan barber shop-nya.
***
Jadi… kita hanya tinggal memohon saja apa yang kita inginkan kepada Allah Swt, pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!”
Katakanlah : “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”(QS. Ali Imran : 26-27)
(Bacalah ayat ini sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah serta rezeki yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga, insya Allah). WAllahu 'alam.

Pensil dan Penghapus  

Posted by Rudiny in


 
Pensil : "Maafkan aku ya."

Penghapus : "Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa."

Pensil : "Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka.Setiap kali aku melakukan kesalahan,kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya.Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu.Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat."

Penghapus : "Hal itu benar.Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu.Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan.Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku.Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir.Aku tidak suka melihat dirimu bersedih."

Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya.

Terkadang,seiring berjalannya waktu...

Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil.

(Dalam hal ini,maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru ( Suami atau Istri ).Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

Hingga saat ini, kalau anda masih mendapati diri anda selalu menjadi si pensil. Dan hal itu pasti akan sangat menyakitkan diri anda , apalagi kalau melihat si penghapus atau orang tua semakin bertambah "kecil"dan "kecil" seiring berjalannya waktu.

Dan kita tahu bahwa suatu hari kelak,yang tertinggal hanyalah kenangan“Si Penghapus” dengan segala kenangan yang pernah di lalui dan miliki bersama mereka.

Jangan Biasakan Tidur Terlalu Malam  

Posted by Rudiny in

  • Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif untuk kesehatan.
  • Malam hari pk 23.00 – 01.00 : saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
  • Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  • Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah yang Nyenyak dan Jangan biasakan Begadang.

"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha" (QS : 25 AL-FURQAAN : 47).

25 Orang yang Tidak Mungkin Menemukan Kedamaian dan Kebahagiaan  

Posted by Rudiny in

  1. Orang yang ingin kaya, tapi malas belajar dan menghindari pekerjaan.
  2. Orang yang seleranya tinggi, tapi semangat kerjanya rendah.
  3. Orang yang impiannya besar, tapi keberaniannya kecil.
  4. Orang yang ingin berubah menjadi lebih baik, tapi suka membantah dan mencemooh nasihat.
  5. Orang yang ingin keren dan beken, tapi kamseupay-nya norak, bukan yang lugu dan lucu.
  6. Orang yang ingin dicintai, tapi kasar dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  7. Orang yang ingin dipercaya, tapi tidak jujur.
  8. Orang yang ingin dipilih oleh belahan jiwa yang berkelas, tapi sikap dan perilakunya murahan.
  9. Orang yang iri dengan keberhasilan orang lain, dan bersikap memusuhi orang yang lebih pandai, lebih berhasil, atau yang lebih berbahagia.
  10. Orang yang ingin sehat dan panjang umur, tapi menikmati kebiasaan buruk yang merusak kesehatan tubuh dan jiwa.
  11. Orang yang ingin dijatuh-cintai, tapi tidak memperhatikan keindahan tutur dan pribadinya.
  12. Orang yang ingin move on, tapi masih hang on.
  13. Orang yang ingin melepaskan diri dari cinta yang palsu, tapi tidak bisa berlaku tegas karena alasan yang stupeod (stupid, tulul).
  14. Orang yang ingin berhati damai, tapi suka mengulangi rasa sakit hati dan mengkhayalkan balas dendam.
  15. Orang yang ingin diterima apa adanya, tapi banyak maunya.
  16. Orang yang tidak percaya diri jika tidak memiliki barang bagus dan bermerk, atau jika tidak tampil bling-bling dan mewah.
  17. Orang yang berkeluarga yang harus tumbuh dengan sejahtera, tapi membenci uang.
  18. Orang yang salih secara pribadi, tapi tidak salih secara sosial.
  19. Orang yang ingin disegani, bernama harum dan dikenal luas, tapi suka mengecilkan, bertengkar dan bermusuhan dengan orang lain.
  20. Orang yang ingin sepenuhnya berserah kepada Tuhan, tapi masih sibuk mengatur apa yang akan dilakukan oleh Tuhan untuknya.
  21. Orang yang memaafkan, tapi meminta Tuhan untuk membalas dengan setimpal.
  22. Orang yang ingin berderma, tapi tidak ikhlas jika tidak diketahui bahwa dia yang menyumbang.
  23. Orang yang menikah, tapi tidak menikmati kebersamaan.
  24. Orang yang menuntut orang lain melakukan yang tidak dilakukannya.
  25. Orang yang jauh dari Tuhan.

Yang nomor berapa yang paling berkesan bagi Anda? (Mario Teguh)

Di Balik Rahasia Yahudi Melahirkan Generasi yang Jenius  

Posted by Rudiny in


Mohon dibaca : Mudah-mudahan menjadi renungan bagi ORANGTUA dan CALON ORANGTUA yang akan melahirkan generasi-generasi bangsa.

Artikel Dr. Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar ?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya.

Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hamper delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bias saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Quote:
Rasulullah sebenarnya pun sudah mengajarkan kepada kita umatnya 1400 tahun yang lalu, bahwa makan ikan tidak boleh bersamaan dengan hewan darat. Makan buah sebelum menu utama, olahraga yang dianjurkan ada tiga : memanah, berkuda, berenang.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.

Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta !

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya. Dan bagaimana dengan di negeri kita? Apa syarat kelulusan? Banyak yang hanya dengan syarat mencapai NILAI 60 saja, bahkan ada beberapa yang hanya cukup dengan NILAI 55 saja, dan malah banyak yang dikatrol. Praktek Kerja Lapangan hanya sekedarnya, tidak benar-benar memikirkan sebuah proyek yang berguna bagi UMMAT. Setidaknya, ini yang harus kita cermati & perbaiki.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

MENGAPA YAHUDI TAKUT PADA HAFIDZ QUR'AN DARI KALANGAN ANAK-ANAK

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.

Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.
"Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Karena kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Asia" katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Asia, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Berapa gelintir anak yang kemampuannya setingkat / layak dipertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

Dari itu, marilah kita masukkan anak minimal ke TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) atau RAIT dan dilanjutkan dengan SDIT, SMPIT dan SMAIT. Banyak lulusan TK Islam Terpadu yang sudah hafidz Juz Amma, atau juz 30 (bukan 30 juz lhooo,,, ^_^) dan diharapkan paling tidak saat SMP Islam Terpadu sudah hafal Qur'an secara keseluruhan.

Insya Allah ini akan meringankan beban kita di akhirat kelak, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa Orang Tua-Orang Tua dari para Hafidz Qur'an akan diberi Mahkota yang bertahtakan intan permata yang sangat tak ternilai dibanding dunia. SubhanAllah.

(sumber : KASKUS)

Cinta dalam Secangkir Kopi Asin  

Posted by Rudiny in


Seorang pria bertemu seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantik, banyak laki-laki yang mencoba mengejarnya. Si pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tidak ada yang begitu memperhatikannya. Tapi, saat pesta usai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan pria itu, akhirnya ia mau diajak pergi. Mereka berdua akhirnya duduk berdua di bar yang telah disediakan dalam pesta tersebut untuk para tamu.

Si pria sangat gugup dan tidak berkata apapun, si gadis yang merasakan ketegangan itu kemudian berkata, "Tidakkah lebih baik kita pulang saja?". Tiba-tiba pria itu dapat berkata untuk pertama kalinya sambil melambai pada pelayan "Bisa minta garam untuk kopi saya?". Semua orang yang mendengar memandang aneh kepadanya, jelas wajahnya si pria berubah merah, tapi tetap saja ia memasukkan garam tersebut kedalam kopinya dan dengan tenang ia meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, "kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?". Si pria menjawab, "ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan air laut yang asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya meminum kopi asin ini, saya selalu mengingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman dan saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu orang tua saya yang masih tinggal disana." Begitu kalimat terakhir usai mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh atas ucapan tulus si pria dihadapannya.

Bila seorang pria bisa bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggu jawab akan rumahnya. Kemudian si gadis mulai bercerita, bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh disana, termasuk masa kecil dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi perbincangan yang hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah bagi cerita mereka berdua.

Mereka saling mengenal lebih dekat dan akhirnya menikah, dan setiap kali membuat kopi untuk suaminya ia selalu membubuhkan garam di dalamnya dan bukan gula, karena ia tahu bahwa itu yang disukai suaminnya. Setelah empat puluh tahun berlalu si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar si istri membaca surat tersebut.

"Sayangku yang tercinta, mohon maafkan aku, maafkan selama hidupku bersamamu adalah dusta belaka. Meski hanya sebuah kebohongan yang aku katakana kepadamu tentang kopi asin. Kamu ingat kan waktu pertama kali kita jalan bersama, aku sangat gugup waktu itu, sebenarnya aku ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi aku untuk merubahnya, karena pasti kamu tambah merasa tidak nyaman, jadi aku teruskan saja. Aku tidak pernah berfikir bahwa kejadian itu ternyata awal komunikasi kita, awal keakraban kita dan mata cinta kita. Aku mencoba berkata sejujurnya selama ini untuk menjelaskannya kepadamu, tapi aku terlalu takut karena aku telah berjanji untuk tidak berbohong sekalipun.


Sekarang aku sekarat, aku tidak takut apa-apa lagi, jadi aku kataka kepadamu yang sejujurnya. Aku tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi aku selalu mendapatkan kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan aku tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang aku lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila aku dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun aku harus meminum kopi asin itu lagi."

Setelah membaca surat itu, air mata si istri membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari, bila ada seorang yang menanyakan kepadanya bagaimana rasanya minum kopi pakai garam. Si istri pasti menjawab rasanya SANGAT MANIS, dengan senyuman dan dua titik air mata dipipinya.

Batu Jalanan  

Posted by Rudiny in ,

 
“Guru, apa yg harus kulakukan supaya aku bisa menemukan cinta sejatiku”, tanya seorang pemuda. “Pulanglah lewat jalan dimana kamu datang dan punggutlah satu batu yg menurutmu paling indah. Besok bawalah padaku batu itu”, jawab sang guru. Walaupun bingung dengan jawaban sang guru pemuda ini tetap melaksanakan titah sang guru.

Pemuda ini percaya bahwa sang guru akan memberikan nasehat yang bijak. Maka tanpa bertanya apapun pemuda ini melaksanakannya. Setiap batu yang bisa ditemukannya di jalan diambilnya. Lalu dia menilai apakah batu itu indah atau tidak dengan membandingkan dengan batu lainnya.

Keesokan paginya pemuda ini datang dengan bercucuran keringat sambil mengendong sekarung sesuatu di pundaknya. Setelah dibuka dan dikeluarkan isinya, ternyata isinya adalah batu. Dan batu-batu itu memang terlihat indah dibawah terik matahari pagi itu.

“Guru, guru memintaku membawa satu batu yang menurutku paling indah, tapi aku juga melihat banyak batu-batu lain yang indah, jadi aku berpikir alangkah baiknya jika aku bisa memilih lebih dari satu batu. Sekarang aku telah melaksanakan perintah guru, jadi apa hubungannya dengan pertanyaanku kemarin dengan batu-batu ini?”, tanya pemuda ini masih bingung.

Sang guru hanya tersenyum, lalu dilihatnya batu-batu itu. Katanya pada pemuda ini, “Sekarang pulanglah, bawa batu-batu ini bersamamu dan letakkan kembali dimana kamu menemukan batu-batu ini. Besok pagi datanglah padaku”.

Pemuda ini makin bingung dengan permintaan sang guru. Dia sudah bersusah payah menemukan batu indah yang diminta sang guru, lebih dari satu lagi sekarang malah disuruh untuk mengembalikan kembali kejalanan? pada tempatnya lagi dimana ia temukan?.

Walaupun dengan perasaan kecewa dan berat, pemuda ini tetap melaksanakan perintah sang guru. Diambilnya semua batu-batu itu dan dimasukan kembali dalam karung yang dibawanya. Lalu pemuda ini pun pulang dengan beban di pundaknya. Sekali lagi.

Keesokan paginya pemuda itu datang dengan tangan kosong. Wajahnya terlihat agak cemberut. Mungkin pemuda ini kecapekan karena seharian mengendong karung berat berisi batu-batu kemarin. Ketika pemuda ini bertemu gurunya tanpa basa-basi ia langsung bertanya, “Sekarang apa yg harus kulakukan? Mohon guru memberikan jawaban pada murid dan murid mohon jawaban itu harus memuaskan”, tanya si pemuda dengan nada yang sedikit tinggi.

Sang guru tersenyum melihat muridnya yang tidak sabaran, atau lebih tepat sudah kehilangan kesabarannya. Katanya pada pemuda ini, “Punggut kembali satu batu yang kamu buang itu”.

Kali ini sang pemuda murka. Mukanya memerah padam. Tetapi sebelum kemarahan itu dimuntahkannya, sang guru lalu berkata. “Muridku, beberapa hari yang lalu kamu bertanya padaku bagaimana menemukan cinta sejatimu bukan?”, tanya sang guru.

”Iya guru, dan ternyata guru mempermainkanku. Jika guru tidak tahu mengapa murid yang harus jadi korban”, jawab sang murid masih marah.

”Hohoho…, tahukah pelajaran apa yang kuberikan padamu selama tiga hari ini?, tanya sang guru tersenyum penuh arti.

”Bagaimana murid bisa tahu? yang guru minta hanya memunggut batu dan meletakannya kembali. Apa yang bisa kupelajari dari memunggut batu?”, tanya murid kebingungan dengan kemarahan semakin memuncak.

Sang guru menghela napas panjang. Dilihat mata muridnya dalam-dalam. Katanya, “Muridku, seandainya batu itu adalah seorang manusia, seorang wanita, sebuah batu yang kamu sebut cinta setia, kamu sebenarnya telah menemukannya, tapi karena MATAMU YANG SILAU akan hal-hal yang indah, kamu MENUTUP MATAMU yang KEDUA sehingga ada satu yang benar-benar batu setiamu kamu tutupi dengan batu-batu lainnya dan itulah kesalahan PERTAMAMU”.

“Kesalahan KEDUAmu adalah, kamu terlalu MEMPERCAYAI APA YANG DIDENGAR TELINGAMU. Saat aku memintamu mengembalikan semua batu- batu itu, kamu malah melakukannya dengan sempurna. Tapi saat aku kembali memintamu mencari kembali satu batu lagi kamu malah menjadi marah-marah”.

Sembari menghela nafas sang guru melanjutkan “Itulah mengapa sampai hari ini kamu TIDAK MENEMUKAN CINTA SEJATIMU, kamu dibutakan oleh MATAMU dan kamu DITULIKAN oleh telingamu. Kamu terlalu PERCAYA pada mereka yang kamu anggap “BIJAK”, lalu kamu mendengarkan perkataan mereka. Saat kamu telah melakukan semua nasehat yang kamu anggap “Bijak” tadi dan tidak berhasil, kamu menyalahkan mereka. Padahal, kamu sendirilah yang memilih mendengar daripada mereka”. “Ingatlah, cinta sejatimu itu bagaikan batu indah yang kuminta padamu untuk memunggutnya. Jika kamu telah menemukannya, genggamlah erat-erat. Jangan lagi MEMBANDINGKAN dengan batu-batu indah lain di jalan. Jangan lagi MENCARI di sepanjang perjalanan pulang. Karena semakin kamu mencari, semakin kamu berjalan terlalu jauh dari batu yang telah kamu pilih”.

“Tidak ada yang salah jika kamu ingin mendapatkan batu yang lebih indah, tapi yang indah saja tidak cukup. Dia harus enak digenggam. Dia harus memberi kita kenangan. Percuma kamu menemukan batu yang paling indah tapi ketika digenggam semakin lama semakin membuat tanganmu terluka sehingga mau tidak mau kamu harus membuangnya”.

“Nah muridku. Guru ingin bertanya satu kali lagi padamu. Maukah kamu membawakan satu batu yang paling indah menurutmu kepadaku?”, tanya sang guru dengan senyumannya yang bijaksana.

Sang pemuda tersenyum lebar. Wajahnya ceria. Murkanya sirna. Dengan senyuman tetap merias di wajahnya pemuda ini berkata pada gurunya.“Tentu saja guru, dan kali aku pastikan HANYA SATU BATU dan tentunya yang PALING INDAH BAGIKU“.
 

Belajar Hidup dari Sepotong Kue  

Posted by Rudiny in


 
Seorang anak memberitahu kepada ibunya bahwa segala sesuatu tidak berjalan lancar seperti yang ia harapkan. Ia dapat nilai jelek pada saat ujian, hubungan yang kandas dengan calon pasangannya, dan beragam masalah yang dikeluhkannya.

Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya ingin mencicipi? Dengan senang hati anaknya berkata, "Tentu saja ibu, aku sangat menyukai kue buatan mu."
Kemudian ibunya menawarkan lagi, "Coba lah cicipi mentega ini.."

Si anak berkata, "Ini enggak enak kan bu..?"

"Kamu mau coba telur mentah ini tidak?" kata ibunya lagi.

Si anak menjawab, "Hmmm, ibu bercanda deh!"
"Mau coba tepung terigu, sama baking sodanya nda?"

"Ibuuuu, sudah ah... jangan bercanda lagi!" tukas si anak dengan bibir kecut manja.

Si ibu tersenyum dan berkata, "Iya, memang semua ini kelihatannya tidak enak jika dilihat dan dirasakan satu persatu. Tapi, jika di campur menjadi satu melalui proses yang benar, maka benda-benda yang tak enak ini akan menjadi satu komposisi yang nantinya menjadikan kue yang enak sekali..."

Ibunya lalu melanjutkan "Ternyata Allah pun bekerja dengan cara yang sama. seringkali kita bertanya pada-Nya, 'kenapa Dia membiarkan kita melalui masa sulit dan tidak mengenakkan?' Karena Allah Maha Tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai rancangan-Nya, maka segalanya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya."

"Kita hanya perlu percaya bahwa proses ini di perlukan untuk menyempurnakan kebahagiaan kita... Paham nanda?"
 

Kisah Sebuah Kapak  

Posted by Rudiny in




Dikisahkan seorang saudagar kaya raya menulis sebuah wasiat “Barang siapa yang dapat menjaganya di dalam kubur setelah beliau mati nanti akan diwariskan padanya separuh dari harta warisannya.” Lalu ditanya pada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur?

Lantas anak-anaknya menjawab, “Mana mungkin kami sanggup menemani ayah yang sudah wafat.”

Selang keesokan harinya dikumpulkan semua saudara kandungnya dan beliau berkata “Wahai adik-adikku sekalian adakah dari kalian yang sanggup menjagaku setelah aku mati nanti di dalam kubur selama 40 hari, yang di dalamnya akan kuhias indah seperti kamar yang mewah. Dan aku juga akan memberi setengah daripada hartaku pada siapa di antara kalian yang sanggup bersamaku.”

Adik-adiknya pun menjawab “wahai kakakku, apakah engkau sudah gila? Mana mungkin manusia sanggup bersama mayat selama itu di atas bumi, apalagi di dalam tanah.”

Lalu dengan sedih saudagar kaya raya itu membawa diri ke kamarnya. Beliau masih keras dengan hajatnya yang ingin minta ditemani di dalam kubur nanti apabila beliau sudah mati. Maka diumumkanlah berita ini pada masyarakat luas mengenai wasiat ini.

Akhirnya sampailah hari di mana sang saudagar tersebut kembali ke rahmatullah. Kuburnya digali dan dihias indah seperti kamar mewah di dalam tanah.

Pada waktu yang sama seorang tukang kayu yang sangat miskin, yang dalam hidupnya hanya mempunyai harta sebuah kapak untuk ia gunakan bekerja sehari-hari. Ia telah mendengar akan wasiat tersebut kemudian diberitahukannya kepada isterinya apakah dia perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya.

Isterinya berkata “Wahai suamiku apalah arti menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerja kerasmu di dalam hutan bertemu binatang buas ketika menebang kayu. Lagi pula makanan pun sudah disediakan.

Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa menuju ke rumah saudagar untuk menyampaikan niatnya. Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah saudagar kaya, walaupun mendapat tentangan dari orang-orang yang tahu akan agama. Si tukang kayu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama dengan kapaknya.

Setelah tujuh langkah para hadirin meninggalkan tanah perkuburan maka datanglah Mungkar dan Nakir di dalam kubur mendekati mayit tersebut.

Si tukang kayu yang sedikit tahu masalah agama menyadari akan siapa yang  mendekat, dengan perasaan takut yang sangat ia menjauhkan diri dari mayat sang saudagar kaya. Dalam pikirannya sang saudagar akan ditanyai oleh dua makhluk Allah tersebut sesuai dengan tugasnya menanyai setiap perkara tentang si mayit.

Akan tetapi malah sebaliknya, Mungkar dan Nakir malah mendatangi si tukang kayu, dan menanyai dengan suaranya yang menggelegar seperti petir. Maka bergetarlah tubuh si tukang kayu dengan bersengatan rasa takut.

“Apa yang kau perbuat di sini?”

“Aku menjaga mayat tersebut selama 40 hari untuk nanti mendapatkan setengah dari harta warisannya,” si tukang kayu menjawab dengan sangat takutnya hingga tubuhnya bergetar.

“Ápa harta yang kau miliki sekarang?”

“Aku cuma punya sebatang kapak ini saja wahai makhluk ciptaan Allah untukku bekerja mencari rezeki sehari-hari.”

“Darimana kau dapat kapak ini?”

“”Aku membelinya”

“Dari harta apa kau belikan kapak ini?”

“Dari uang yang halal hasil kerjaku sendiri”

Lalu hilanglah Mungkar dan Nakir di hari pertama dalam kubur tersebut.

Di hari kedua dua makhluk Allah ini kembali datang dan lagi menanyai si Tukang kayu.

“Apa yang kau perbuat dengan kapak ini?”

“Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual”

Hari ketiga ditanya lagi masalah kapak tersebut.

“Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?”

“Pohon di hutan tak ada yang memiliki.”

“Apakah kau yakin?”

Lalu hilang lagi Mungkar dan Nakir dan datang lagi di hari ke empat.

“Apakah kayu bakar yang kau potong dan kau jual itu sama ukuran dan beratnya?”

“Aku potong sembarang dan kecil-kecil, mana tahu ukuran besar dan beratnya”
Lalu hilang lagi keduanya, dan datang lagi di esok harinya. Terus menerus selama 39 hari dan pertanyaannya pun tetap berkenaan dengan sebilah kapak harta yang ia punya.

Di hari yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan si tukang kayu. Dan keduanya berkata.

“Hari ini hari terakhir aku akan bertanya masalah kapak ini. Namun belum sempat Mungkar dan Nakir menanyai, si tukang kapak buru-buru kabur melarikan diri ke atas membuka pintu kubur. Lalu di atas sudah banyak orang-orang yang telah menantinya.

Si tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan orang-orang yang telah menantinya, sambil berkata “Aku tak ingin semua harta wasiat itu dan ambillah kapakku ini aku tak menginginkannya lagi,” sambil berlari, maka bingunglah orang banyak melihat muka pucat si tukang kayu.

Sesampai di rumahnya lalu si isteri berkata “Wahai suamiku, mana setengah harta warisan yang telah dijanjikan sang saudagar itu?”

Maka menjawablah si tukang kayu “Aku tak mengambilnya wahai isteriku. Kamu tahu bukan harta yang kumiliki seumur hidupku hanya sebilah kapak. Tahukah dalam kubur? Selama 40 hari yang ditanyai oleh Mungkar dan Nakir hanya perkara kapak itu. Bagaimana seandainya harta kita begitu banyak? Bagaimana caraku menjawabnya satu persatu….”

*** Nabi Sulaiman a.s. adalah Nabi yang paling kaya di antara seluruh Nabi dan Rasul. Dikatakan beliau adalah Nabi yang paling akhir masuk surga karena lamanya waktu yang digunakan untuk menghisab beliau, padahal seluruh harta beliau adalah pasti dari yang halal dan digunakan untuk yang halal. Maka cobalah kita hitung berapa banyak harta benda yang kita punya di rumah, dan apa yang kita gunakan pada harta tersebut? Masya Allah… membayangkannya pun sudah sangat takutnya, semoga cerita ini menjadi i’tibar bagi kita semua. Amin Allahumma amin.

Pasanganku  

Posted by Rudiny in ,



Seorang pria yang buta sedang berjalan di tepi danau, ia ditemani seorang wanita yaitu kekasihnya. Sambil dituntun kemudian sang pria meretas sebuah tanya pada sang wanita "Apakah kita sudah sampai?"

"Sudah sampai sayangku" kekasihnya menjawab dengan penuh pengertian.

Tak lama kemudian pria tersebut bertanya kembali "Apakah banyak ikan yg terlihat olehmu?" wanita tersebut pun menjawab namun sedikit mulai gelisah "Ya... lumayan banyak siih."

Dengan perasaan gembira kemudian pria tersebut kembali bertanya "Sayang, apakah ada orang yang terlihat memancing di danau ini? Aku ingin sekali berbincang dengan pemancing tersebut."

Dengan nada kesal kekasihnya menjawab "Ya ada kok, apakah yang aku lihat semuanya harus dilaporkan kepada dirimu?"

Mendengar jawaban sang kekasih air mata sang pria pun menetes perlahan "Apakah kau merasa aku tidak bersedih dengan keadaanku? Kau kembali menunjukkan kelemahanku. Tahukah, aku pun kecewa akan keadaanku, bukankah dulu sebelum aku berpasangan denganmu, aku telah menerima dengan tulus kebutaanmu. Dan akhirnya aku pun ikhlas memberikan mataku untukmu." Kata pria seraya tersenyum "Agar kau dapat melihat keindahan yang selama ini aku lihat. Agar kau bahagia dengan keindahan yang ada di dunia ini, yang selama ini tak pernah terlihat olehmu."

Sang Kekasih pun terdiam dan segera memeluk pria tersebut sambil menangis haru.

***

Pernahkah anda memikirkan perasaan pasangan Anda?
Padahal jika dirasa, apa yang telah dia berikan sudah melebihi batas pemikiran kita.
Waktu dia menerimamu, berarti dia telah menerimamu apa adanya, baik itu kekuranganmu maupun kelebihanmu.
Lalu, apakah sekarang Anda Marah dengan dia?
Apakah Anda pantas bersikap cuek dengan dirinya?
Apakah Anda pernah belajar untuk memikirkan apa yang dia pikirkan? TIDAK PERNAH bukan? :)
Sebenarnya apa yang ada dipikirkan pasanganmu?
Yang ada dipikiran pasanganmu adalah "Sebuah Rasa Takut" takut tak melihat senyum, ketawa dan bahagia Anda, dari cinta yang telah Anda berikan kepadanya. Semua itu karena dia sayang dan peduli terhadap diri Anda. Sayangilah pasangan Anda sekarang juga. Sebelum rasa sayang itu terlambat, dan menjauh karena kesalahan sikap yang kita tunjukkan.

 

Mencintai Tanpa Syarat  

Posted by Rudiny in ,



Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!! Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak. Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan.

Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya (karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing) Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'. Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang "Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian” si Sulung melanjutkan permohonannya. 

”Anak-anakku jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian *sejenak kerongkongannya tersekat* kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit" Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya. Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis.

"Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".


*Apakah cinta kita sebesar ini terhadap pasangan kita?
*Mengapa janji-janji manis, rayuan hangat yang dulu diutarakan untuk mendapatkan hatinya, sekarang hanya memuai begitu saja?
*Bagaimana sikap terkasih kita apabila pasangan yang dulu kita pandang sangat sempurna, namun sekarang sudah memudar diusianya?
*Ukurlah besar cinta Anda terhadap pasangan Anda sekarang juga. Apakah semakin bertambah atau berkurang?
*Cintailah ia dengan sungguh-sungguh, sebagaimana dulunya ia menerima Anda dengan apa adanya :)

Indonesia Negara Penuh Potensi, Bangkit !!!  

Posted by Rudiny in




Apa yang terpikir ketika Anda mendengar kata "Indonesia" ? Berikut percakapan antara si 'A' dan si 'B' semoga kembali menggairahkan kebanggaan Anda terhadap negeri ini, jatidiri bangsa Indonesia... mari kita pertahankan dan wujudkan kembali :

(A) Aku seorang Indonesia
(B) Bangsa Asing (yang ingin mengetahui Indonesia)




  • Negara yang kaya
B : Apa yang menarik dari Negara Indonesia ?
ASesuatu yang membuat para penjajah bertahan 350 tahun, dimana setiap harinya teman mereka tertusuk sebatang bambu di perutnya.

  • Semangat persatuan
B : Bagaimana aku bisa membayangkan perjuangan pahlawan Indonesia?
A : Bayangkan jutaan rayap kecil di rumah yang kokoh, saat kau mengusirnya,  
keesokan harinya akan muncul yang lebih banyak, dan saat kau mebiarkanya, saat itu kau kehilangan salah satu rumahmu.

  • Kepahlawanan yang berani
B : Benarkah para pahlawan Indonesia adalah pemberani ?
ABisakah kau berlari menghidari peluru yang ditembakan dari senapan? Jika kau tak bisa, maukah kau berlari ke arah senapan dengan menggemgam sebatang pedang?

  • Negara yang merdeka
B : Apakah kemerdekaan Indonesia sangat berarti bagi kalian ?
ASaat pejuang tersenyum dalam kematianya, mereka berpesan: "kematianku adalah kemerdekaan anak istriku suatu saat nanti", adakah yang lebih berarti dari itu ?

  • Bangsa yang ramah
B : Bagaimana aku berkomunikasi dengan seorang Indonesia dimana aku belum pernah mengenalnya?
Asaat kau menatap wajah mereka dan menundukan kepalamu, saat itu juga mereka adalah teman mu.

  • Keanekaragaman makhluk hidup
B : jelaskan tentang makhluk hidup yang ada di Indonesia?
ABayangkan 10% tumbuhan, 12% mamalia, 16% reptil, 17%burung, 25% ikan yang ada di dunia hidup dan berada di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Dunia.

  • Bangsa yang bermoral
B : Akan kah kalian Indonesia ingin menjadi negara terkaya di Dunia?
AJika kami menjual 1700 pulau yang ada disini, dimana di setiap pulaunya sangat mungkin kau menemukan tambang berharga,  mungkin kami bisa memakai jahitan permata di tubuh kami, namun tubuh kami semua ini tidak akan sebanding dengan 1 pulau penuh kenangan, Jadi untuk apa penutup yang lebih berharga dengan apa yang di tutupinya.

  • Populasi yang besar
B : Seberapa banyak penduduk yang ada di Indonesia?
ASaat kau berbuat kasar kepada kami, saat itu kau bersiap mengahdapi 3.4% dari seluruh penduduk dunia.

  • Rela berkorban
B : Apa yang kalian lakukan kepada orang yang lebih tua?
ASewaktu aku duduk dalam bus yang penuh, Seorang Ibu Tua datang,dan akupun memberikan tempat duduku kepadanya, aku berusaha mengalah, Dia tersenyum lalu membiarkan kedua anaknya duduk dan dia berdiri disampingku.

  • Gotong royong
B : Apakah kerjasama diantara kalian terjaga dengan erat ?
ABangunlah sebuah rumah di desa-desa kami, maka calon tetanggamu akan bertanya : "Ada yang bisa kami bantu ?" dengan senyumnya yang polos

  • Tenggang rasa
B : Apa arti tenggang rasa diantara kalian ?
ASaat kau tiba-tiba mati disini sebagai orang yang tak dikenal, Aku pastikan Kamu akan mendapatkan pemakaman yang layak.

  • Bahasa Indonesia
B : Apa arti Bahasa Indonesia di mata kalian?
ABahasa yang akan berusaha menyatukan minimal 200 juta jiwa manusia.

  • Kaya akan etnis
B : Aku ingin mengetahui tentang seluruh etnis di Indonesia?
AKau sedikitnya harus mengenal 300 etnis di Indonesia, dan butuh seumur hidupmu untuk memahaminya.

  • Bangsa yang beragama
B : Agama apa saja yang ada di Indonesia?
ABukan jenisnya yang perlu kau ketahui, tapi ajaranya. Dimana Indonesia adalah negara yang beragama, dimana seluruh agamanya mengajarkan kebenaran.

  • Warisan busana yang kreatif
B : Bagaimana keunggulan busana di Indonesia?
AJika kau pernah mengenal batik, berarti kau pernah ingin mengenakanya.

  • Warisan Arsitektur yang megah
B : Adakah bangunan yang kalian banggakan?
AOrang yang tidak memasukan Candi Borobudur sebagai keajaiban dunia adalah seseorang yang belum pernah melihatnya secara langsung.

  • Warisan seni musik yang berharga
B : Apakah musik tradisional Indonesia begitu beragam ?
ASetiap 33 propinsi di indonesia mempunyai satu musik tradisional, setiap orang yang memainkanya mempunyai gaya yang berbeda-beda, dan setiap daerah memiliki karakteristik alat musik yang berbeda-beda juga.

  • Kesadaran
B : Mengapa banyak orang miskin di Indonesia?
ADisaat senyuman para petinggi bangsa adalah senyuman yang damai , saya yakin ... kami semua bisa bangkit.

  • Sesuatu yang tidak terlupakan
A : Mengapa kamu banyak tanya ?, Ayo silahkan datang ke negara kami, Indonesia
B : (Dengan senyum B menjawab) Aku takut tak akan mampu meninggalkanya...

  • Kesimpulan :
Mari kita bentuk suatu prinsip yang kuat dan maju dimana kita telah mempunyai banyak potensi di indonesia ini. Indonesia telah memberi banyak sesuatu kepada kita, Sekarang giliran kita memberi sesuatu kepada nya...dengan membangunya, mengembangkanya, mempertahankanya, serta mencintainya. Kembangkan berbagai sektor, pendidikan dan teknologi.

  • Indonesia telah melahirkan kita, giliran kita melahirkan kembali Indonesia yang lebih baik
B : kapan idonesia bisa bangkit dari keterpurukan?
A : besok pagi!!! disaat kami bisa menghargai perbedaan ,disaat kami tidak berusaha menyamakannya dan membuat perbedaan itu menjadi indah



p.s : ini yang sulit

by XoteX