KETERAMPILAN TERBESAR ADALAH MAMPU MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI  

Posted by Rudiny in



Ketika pertama kali bekerja di tahun 1955, Kazuo Inamori, salah satu konglomerat terkemuka Jepang, benar-benar anak desa. Seblumnya, ia tak pernah tinggal di kota besar dan bicara dengan aksen selatan yang kental. Setiap kali telepon berdering, ia selalu mengharap orang lain yang mengangkatnya. Ia tak ingin menunjukkan dialek daerahnya dan merasakan hal itu sebagai hambatan.

Tapi, daripada mengalami kompleks kurang harga diri, ia memutuskan untuk menerima kelemahannya dan bekerja keras untuk mengatasinya sehingga tidak merasakannya sebagai suatu kegagalan.

“Saya memang anak desa,” saya mengakuinya pada diri sendiri. “Saya kuliah di sekolah tinggi desa. Saya tak tahu banyak tentang dunia dan kurang bisa berfikir sehat. Saya tak mungkin mengharapkan sukses kecuali saya belajar segalanya mulai dari bawah dan bekerja lebih keras dibanding siapa pun.”

Singklatnya, ia belajar untuk tidak menyangkal kelemahannya. Dengan menerimanya sebaga suatu kenyataan, ia tak perlu berpura-pura. Ia merasa bebas mengambil langkah berikutnya untuk perbaikan.

Jangan berpura-pura dapat melakukan sesuatu yang sesungguhnya tak bisa Anda lakukan. Akui apa yang Anda tidak bisadan mulai dari sana.

“Itulah pelajaran yang saya dapatkan ketika bekerja di Shofu Industries, sebuah perusahaan kecil di Kyoto. Saya mengingatkan diri saya berkali-kali sepanjang hidup saya,“ tulisnya dalam bukunya, Passion for success.

3 PERINGATAN IBLIS UNTUK ANAK CUCU ADAM  

Posted by Rudiny in


Diriwayatkan bahwa Nabi Musa a.s. pernah duduk bersama seseorang ketika iblis mendatanginya seraya mengenakan pakaian berwarna-warni. Ketika iblis semakin dekat kepada Musa, dia menanggalkan pakaiannya dan meletakkannya, sambil berkata, Assalamu’alaika ya Musa,” Musa bertanya, “Siapakah Anda?” Dia menjawab, “Aku Iblis.” Musa berkata, “Semoga Allah membinasakanmu. Apa yang membawamu kesini?” Iblis menjawab, “Aku datang untuk mengucapkan selamat atas ketinggian derajatmu di sisi Allah.” Musa bertanya, “Apa yang tengah kamu kenakan?” Iblis menjawab, “Pakian yang dengannya aku menaklukkan hatio anak-cucu Adam.” Musa bertanya lagi, “Apakah yang dilakukan manusia yang bisa kamu jadikan alat untuk menguasai mereka?” Iblis menjawab, “Jika manusia besar kepala, menghitung-hitung amalnya, dan melupakan dosa-dosanya. Oleh karena itu aku peringatkan tentang tiga hal. Jangan pernah berdua-duaan dengan seorang wanita yang bukan istrimu. Sesungguhnya tidaklah seorang pria berduaan dengan seorang wanita kecuali aku kan menemani keduanya dan membuat mereka saling tertarik satu sama lain. Janganlah pernah berjanji kepada Allah kecuali jika engkau menepatinya. Dan janganlah sekali-kali engkau mengeluarkan sedekah, namun kemudian membatalkannya. Sesungguhnya tidaklah seseorang mengeluarkan sedekah, namun kemudian membatalkannya, kecuali aku akan menjadi sahabatnya (sehingga aku akan menjadi penghalang baginya untuk melaksanakannya).” Kemudian dia pergi, sambil berseru, “Betapa celakanya aku! Musa telah mempelajari sesuatu yang dapat menjadi peringatan bagi anak cucu Adam.”